| Republik Indonesia |
|
|
Motto: Bhinneka Tunggal Ika
(Bahasa Jawa Kuno: "Berbeda-beda tetapi tetap Satu")
Ideologi nasional: Pancasila |
| Lagu kebangsaan: Indonesia Raya |
|
|
Ibu kota
(dan kota terbesar) | Jakarta
6°10.5′S 106°49.7′E / 6.175°LS 106.8283°BT / -6.175; 106.8283 |
| Bahasa resmi | Bahasa Indonesia |
| Pemerintahan | Republik presidensial |
| - | Presiden | Susilo Bambang Yudhoyono |
| - | Wakil Presiden | Boediono |
| - | Ketua MPR | Taufiq Kiemas |
| - | Ketua DPR | Marzuki Alie |
| - | Ketua DPD | Irman Gusman |
| Kemerdekaan | dari Belanda |
| - | Diproklamasikan | 17 Agustus 1945 |
| - | Diakui (sebagai RIS) | 27 Desember 1949 |
| - | Kembali ke RI | 17 Agustus 1950 |
| Luas |
| - | Total | 1,904,569 km2 (15) |
| - | Air (%) | 4,85% |
| Penduduk |
| - | Perkiraan 19 Juni 2009 | 230.472.833[1] (4) |
| - | Sensus 2010 | 237.556.363[2] |
| - | Kepadatan | 124/km2 (84) |
| PDB (KKB) | Perkiraan 2009 |
| - | Total | Rp. 8,576 triliun
(AS$ 909 miliar)[3] |
| - | Per kapita | Rp. 37,538 juta
(AS$ 3,979)[3] |
| PDB (nominal) | Perkiraan 2009 |
| - | Total | Rp. 4,821 triliun
(AS$ 511 miliar)[3] |
| - | Per kapita | Rp. 21.113 juta
(AS$ 2,238)[3] |
| IPM (2006) | ▲ 0.734[4] (menengah) (111) |
| Mata uang | Rupiah (Rp) (IDR) |
| Zona waktu | WIB (+7), WITA (+8), WIT (+9) |
| Lajur kemudi | Kiri |
| Ranah Internet | .id |
| Kode telepon | +62 |
|
|
Republik Indonesia disingkat
RI atau
Indonesia adalah negara di
Asia Tenggara, yang dilintasi garis
khatulistiwa dan berada di antara benua
Asia dan
Australia serta antara
Samudra Pasifik dan
Samudra Hindia. Indonesia adalah negara
kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.508 pulau, oleh karena itu ia disebut juga sebagai
Nusantara (Kepulauan Antara).
[5] Dengan populasi sebesar 222 juta jiwa pada tahun 2006,
[6] Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dan negara yang berpenduduk
Muslim terbesar di dunia, meskipun secara resmi bukanlah
negara Islam. Bentuk pemerintahan Indonesia adalah
republik, dengan
Dewan Perwakilan Rakyat,
Dewan Perwakilan Daerah dan
Presiden yang dipilih langsung. Ibukota negara ialah
Jakarta. Indonesia berbatasan dengan
Malaysia di
Pulau Kalimantan, dengan
Papua Nugini di
Pulau Papua dan dengan
Timor Leste di
Pulau Timor. Negara tetangga lainnya adalah
Singapura,
Filipina,
Australia, dan wilayah persatuan
Kepulauan Andaman dan Nikobar di
India.
Sejarah Indonesia banyak dipengaruhi oleh bangsa lainnya. Kepulauan Indonesia menjadi wilayah perdagangan penting setidaknya sejak abad ke-7, yaitu ketika
Kerajaan Sriwijaya di
Palembang menjalin hubungan agama dan perdagangan dengan Tiongkok dan India. Kerajaan-kerajaan
Hindu dan
Buddha telah tumbuh pada awal abad Masehi, diikuti para pedagang yang membawa agama
Islam, serta berbagai kekuatan
Eropa yang saling bertempur untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah
Maluku semasa era penjelajahan samudra. Setelah berada di bawah
penjajahan Belanda, Indonesia yang saat itu bernama
Hindia Belanda menyatakan kemerdekaannya di akhir
Perang Dunia II. Selanjutnya Indonesia mendapat berbagai hambatan, ancaman dan tantangan dari bencana alam, korupsi, separatisme, proses demokratisasi dan periode perubahan ekonomi yang pesat.
Dari
Sabang sampai
Merauke, Indonesia terdiri dari berbagai suku, bahasa dan agama yang berbeda.
Suku Jawa adalah grup etnis terbesar dan secara politis paling dominan. Semboyan nasional Indonesia,
"Bhinneka tunggal ika" ("Berbeda-beda tetapi tetap satu"), berarti keberagaman yang membentuk negara. Selain memiliki populasi padat dan wilayah yang luas, Indonesia memiliki wilayah alam yang mendukung tingkat
keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia.
Etimologi
Kata "Indonesia" berasal dari kata dalam
bahasa Latin yaitu
Indus yang berarti "Hindia" dan kata dalam
bahasa Yunani nesos yang berarti "pulau".
[7] Jadi, kata Indonesia berarti
wilayah Hindia kepulauan, atau kepulauan yang berada di Hindia, yang menunjukkan bahwa nama ini terbentuk jauh sebelum Indonesia menjadi negara berdaulat.
[8] Pada tahun 1850,
George Earl, seorang
etnolog berkebangsaan Inggris, awalnya mengusulkan istilah
Indunesia dan
Malayunesia untuk penduduk "Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu".
[9] Murid dari Earl,
James Richardson Logan, menggunakan kata
Indonesia sebagai sinonim dari
Kepulauan India.
[10] Namun, penulisan akademik Belanda di media
Hindia Belanda tidak menggunakan kata
Indonesia, tetapi istilah
Kepulauan Melayu (
Maleische Archipel);
Hindia Timur Belanda (
Nederlandsch Oost Indiƫ), atau
Hindia (
Indiƫ);
Timur (
de Oost); dan bahkan
Insulinde (istilah ini diperkenalkan tahun 1860 dalam novel
Max Havelaar (1859), ditulis oleh
Multatuli, mengenai kritik terhadap kolonialisme Belanda).
[5]
Sejak tahun 1900, nama Indonesia menjadi lebih umum pada lingkungan akademik di luar Belanda, dan golongan nasionalis Indonesia menggunakannya untuk ekspresi politik.
[5] Adolf Bastian dari
Universitas Berlin memasyarakatkan nama ini melalui buku
Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipels, 1884–1894. Pelajar Indonesia pertama yang menggunakannya ialah
Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara), yaitu ketika ia mendirikan kantor berita di Belanda yang bernama
Indonesisch Pers Bureau di tahun 1913.
[8]
Sejarah
Peninggalan fosil-fosil
Homo erectus, yang oleh
antropolog juga dijuluki "
Manusia Jawa", menimbulkan dugaan bahwa kepulauan Indonesia telah mulai berpenghuni pada antara dua juta sampai 500.000 tahun yang lalu.
[11] Bangsa Austronesia, yang membentuk mayoritas penduduk pada saat ini, bermigrasi ke Asia Tenggara dari
Taiwan. Mereka tiba di sekitar 2000 SM, dan menyebabkan
bangsa Melanesia yang telah ada lebih dahulu di sana terdesak ke wilayah-wilayah yang jauh di timur kepulauan.
[12] Kondisi tempat yang ideal bagi pertanian, dan penguasaan atas cara
bercocok tanam padi setidaknya sejak abad ke-8 SM,
[13] menyebabkan banyak perkampungan, kota, dan kerajaan-kerajaan kecil tumbuh berkembang dengan baik pada abad pertama masehi. Selain itu, Indonesia yang terletak di jalur perdagangan laut internasional dan antar pulau, telah menjadi jalur pelayaran antara India dan Cina selama beberapa abad.
[14] Sejarah Indonesia selanjutnya mengalami banyak sekali pengaruh dari kegiatan perdagangan tersebut.
[15